Hiperpigmentasi: Perubahan Warna Kulit

Hiperpigmentasi adalah istilah medis yang mengacu pada perubahan warna kulit dari warnanormal menjadi lebih gelap. Istilah ini terdiri atas “hiper,” yang artinya berlebihan, dan“pigmentasi,” yang artinya pewarnaan. Melanin adalah pigmen yang memberikan warna padakulit, rambut, dan kuku. Spektrum warna kulit yang amat beragam di seluruh dunia ditentukanoleh jumlah melanin yang diproduksi oleh tubuh di dalam kulit. Melanosit adalah sel di dalamkulit yang memproduksi melanin.

Sebagai organ tubuh yang paling luas, kulit—dengan berbagai corak warnanya—memiliki sekianbanyak fungsi. Kulit berguna untuk mengatur suhu tubuh dan melindungi tubuh dari berbagaielemen yang ada di sekitarnya.

Ada berbagai macam factor yang memengaruhi kulit dan menyebabkan melanosit memproduksimelanin lebih banyak. Kebanyakan reaksi ini terjadi sebagai sebentuk pertahanan alamiah kulitatau proses penyembuhan. Contohnya warna kulit yang lebih gelap setelah terpapar sinarmatahari. Warna gosong ini dimaksudkan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat terpaparsinar matahari. Akan tetapi, proses yang sebenarnya wajar dan berguna ini dapat menyebabkanperubahan warna kulit yang bertahan lama.

Beberapa bentuk hiperpigmentasi memiliki penampakan, distribusi (tempat warna gelap itumuncul pada kulit), atau penyebab yang unik. Bentuk-bentuk ini ada yang menyandang sebutantertentu, seperti melasma atau lentigo.

Di Mana Hiperpigmentasi Biasanya Muncul?

Hiperpigmentasi kebanyakan muncul pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari,seperti wajah, leher, dada, dan lengan. Tentu mudah dipahami karena terpapar sinar matahariakan mengaktifkan melanosit dan memproduksi melanin. Akan tetapi, hiperpigmentasi jugadapat muncul akibat gesekan pada kulit. Bagian tubuh yang jarang terpapar sinar matahari pun,seperti ketiak dan selangkangan, lazim mengalamai hiperpigmentasi. Leher, siku, dan lutut bisajadi juga rentan terkena hiperpigmentasi, barangkali sebagai akibat dari terpapar sinar mataharidan sekaligus gesekan. Acanthosis nigricans adalah kondisi ketika warna kulit berubah menjadisemakin gelap dan sekaligus menebal seperti beludru.


Faktor Apa Sajakah yang Menyebabkan Terjadinya Hiperpigmentasi?

Hiperpigmentasi dapat disebabkan oleh sejumlah faktor dan, dalam kebanyakan kasus yangditemukan, sumbernya berupa gabungan beberapa penyebab. Berikut ini beberapa faktortersebut:

1. Terpapar Sinar Matahari/UV:

Sinar ultraviolet dapat merusak kulit sekalipun hanya terpapar dalam waktu singkat, memicurespons kulit yang mencakup pembentukan melanin. Matahari adalah sumber utama UV ini.Lampu matahari atau tanning bed adalah sumber lainnya. Untuk meminimalkan kerusakan kulitakibat UV, gunakanlah sunscreen dengan kadar SPF yang memadai.

2. Inflamasi:

Penyakit, gangguan kulit (seperti ekzem dan jerawat), gigitan serangga, dan juga sinar UV dapatmenyebabkan inflamasi pada kulit. Sebagai salah satu respons atas inflamasi ini, kulitmengaktifkan melanosit untuk memproduksi melanin..

3. Hormon:

Perubahan level hormone dapat mengakibatkan perubahan produksi melanin. Perubahanhormonal pada saat pubertas, kehamilan, dan menopause dapat mendatangkan perubahan warnakulit. Pil KB atau terapi hormonal juga dapat berdampak pada pigmentasi kulit.


4. Kehamilan:

Lonjakan hormonal selama masa kehamilan berpotensi signifikan memengaruhi pigmentasi kulitsampai-sampai muncul istilah mask of pregnancy (topeng ibu hamil) untuk menggambarkan kulitwajah yang menjadi kusam selama masa kehamilan.

5. Diabetes:

Penderita diabetes lebih rentang mengalami hiperpigmentasi dan acanthosis nigricans.Bagaimana kaitannya memang masih belum diketahui, tetapi tampaknya bersifat dua arah. Orangyang mengalami hiperpigmentasi pada ketiak, selangkangan, atau persendian ada kemungkinansuatu saat akan menderita diabetes.

6. Obesitas:

Obesitas mungkin lebih tepat dianggap sebagai factor risiko untuk hiperpigmentasi, bukansebagai penyebabnya. Obesitas mungkin memengaruhi pigmentasi melalui beberapa jalur yangdapat dilacak. Sebagai contoh, beberapa bentuk obesitas berkaitan dengan inflamasi sistemik;inflamasi dapat meningkatkan risiko terjadinya hiperpigmentasi. Saat kulit meregang akibatkenaikan berat badan, pergesekan pada persendian dan lipatan kulit akan meningkat; pergesekanini dapat meningkatkan risiko terjadinya hiperpigmentasi.


7. Ras/Etnisitas:

Hiperpigmentasi lebih mungkin terjadi pada orang-orang yang secara natural berkulit gelap.Orang-orang Latino, Afrika, dan Asia lebih rentan terhadap hiperpigmentasi

8. Infeksi:

Infeksi karena jamur dan/atau bakteri kerap terjadi di bagian yang sering tergesek atau lembab(akibat keringat, seperti ketiak dan selangkangan, di bawah payudara, dsb.). Adanya mikrobadapat meningkatkan inflamasi dan menunjang terjadinya hiperpigmentasi.


Apa Sajakah Jenis Hiperpigmentasi yang Paling Lazim Ditemui?

Hiperpigmentasi biasanya dibahas secara umum. Namun, ada jenis-jenis spesifik hiperpigmentasi yang perlu diperhatikan secara khusus, antara lain: [DICANTUMKAN LINK KEHALAMAN TERKAIT:

  • Melasma
  • Hiperpigmentasi pasca-inflamasi
  • Intertrigo
  • Lentigino
  • Acanthosis Nigrican
  • Hiperpigmentasi Periorbital dan Perioral

Hiperpigmentasi Secara Singkat

Hiperpigmentasi adalah istilah medis yang mengacu pada perubahan warna kulit dari warnanormal menjadi lebih gelap. Istilah ini terdiri atas “hiper,” yang artinya berlebihan, dan“pigmentasi,” yang artinya pewarnaan. Hiperpigmentasi muncul pada kulit karena peningkatanmelanin, yang diproduksi oleh sel melanosit.

Tahukah Anda?

Usia kadang-kadang dianggap sebagai factor risiko bagi berkembangnya hiperpigmentasi, tetapikaitan keduanya tidaklah sederhana. Kecemasan akan munculnya lentigo atau melasma dapatmeningkat ketika pasien mulai memasuki masa paruh baya dan, seiring dengan bertambahnyausia, kita juga secara kumulatif lebih banyak terpapar UV. Fluktuasi hormonal yang berlangsungsepanjang hidup juga dapat berpengaruh pada perubahan warna kulit. Nyatanya, sebagian besarpasien akan mulai mengalami perubahan warna kulit, meskipun tidak kentara, termasuk fluktuasipigmentasi, pada saat memasuki usia 25 tahun.

Hiperpigmentasi – Fast Fact

Sistem pengukuran yang disebut skala Fitzpatrick adalah suatu pendekatan standar yang dikembangkan untuk menakar warna kulit. Besaran skala ini mulai dari I (putih pucat) sampai VI(cokelat gelap atau hitam).